Hosting Your Business Can Count On - GoDaddy.com

Thursday, July 4, 2013

Keutamaan Haji dan Manfaatnya


Haji adalah salah satu rukun islam yang lima, yang mana setiap muslim yang mampu wajib untuk menunaikannnya minimal sekali dalam seumur hidup,

Banyak sekali dali-dalil shahih yang menujukkan tentang keutamaan haji, dan memotivasi seorang muslim untuk mengunjungi baitullah untuk menunaikan ibadah haji atau umrah, agar mendapatkan pahala dan keutamaannya. Dan untuk mendapatkan rahmat dan pengampunannya, serta untuk menyaksikan syi’ar islam terbesar yang dihadiri oleh  kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia untuk mendapatkan kebaikan dunia dan akherat.

Diantara hadits-hadits tersebut adalah:
Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: bahwasanya Rasulullah saw pernah ditanya:
Apakah amalan yang paling utama?.Beliau menjawab: Jihad di jalan Allah. Beliau ditanya lagi:”Kemudian apa lagi? Beliau jawab:”Haji mabrur”.(HR.Bukhari dan Muslim)

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu juga, dia berkata:”Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Barang siapa yang menunaikan haji, dengan tidak berbicara kotor dan tidak mencaci maka diampuni dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan”(HR. Bukhari, Muslim dan lainnya)
Syaikh ‘Utsaimin berkata: Dan makna sabda Nabi “Barang siapa yang menunaikan haji, dengan tidak berbicara kotor dan tidak mencaci maka diampuni dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan”, apabila seseorang berhaji dan menjauhi apa-apa yang Allah haramkan, berupa rafats yaitu behubungan suami istri, fusuq yaitu menyelisihi ketaatan, dan tidak meninggalkan apa-apa yang Allah wajibkan, serta tidak melakukan apa yang Allah haramkan. Maka apabila dia menyelisihi hal ini berarti dia berbuat fusuq/fasiq. Kesimpulannya, apabila seseorang berhaji, dan tidak berbuat fusuq dan rafats maka ia kembali dari haji dalam kondisi bersih dari dosa. Sebagaimana seseorang keluar dari perut ibunya tanpa membawa dosa, maka orang yang haji dengan memenuhi syarat ini maka dia menjadi bersih dari dosa.(fatawa Ibnu Utsaimin 20/21)

Haji dan umrah merupakan jihadnya kaum wanita sebagaiamana disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda:
“Jihadnya orang tua, lemah dan wanita adalah haji dan umrah” (HR.an-Nasaai dengan sanad hasan)

Haji merupakan jalan menuju surga dan penyebab diampuninya dosa, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
“Dari umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada pahala baginya kecuali surga.” (HR.Bukhari, Muslim, Tirmidzi dll)

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
“Kerjakanlah secara urut antara haji dan umrah, maka keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa, sebagaimana pandai besi menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Dan tidak ada pahala haji mabrur selain surga.”(HR. Tirmidzi dan beliau berkata: hadits hasan shahih. Dan juga diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahih mereka)

Dari Abu Hurairah Radiyallahu’anhu, dia berkata, Aku mendengar Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda :

“Barangsiapa melakukan haji ikhlas karena Allah Subhanahu Wata’ala tanpa berbuat keji dan kefasikan, maka ia kembali tanpa dosa sebagaimana waktu ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw bersabda, ''Apabila seorang jemaah haji berangkat menunaikan ibadah haji dengan harta yang halal dan menginjakkan kakinya di kendaraannya, kemudian ia membaca Talbiah: “Labbaik Allahumma Labbaik.'' Maka ada suara (jawaban) dari langit: ''Aku terima panggilanmu dan berbahagialah kamu, karena bekalmu halal, kendaraanmu halal, hajimu mabrur tidak mengandung dosa (ma'zur). Dan, apabila seorang jemaah haji berangkat dengan uang haram dan dia menginjakkan kaki di kendaraannya kemudian dia membaca Talbiah, ''Labbaik Allahumma Labbaik.'' Maka ada suara (jawaban) dari langit: ''Tidak ada Labbaik dan tidak ada kebahagiaan bagimu karena bekalmu haram, kendaraanmu haram, hajimu penuh dosa tidak diterima (tertolak). (HR At-Thabrani dalam mu’jam al ausath ).

Allah juga berjanji akan mengabulkan doa orang yang menununaikan ibadah haji, 
Rasulullah saw bersabda:
“Jamaah haji dan umrah adalah utusan Allah, apabila mereka berdo’a, Allah akan mengabulkannya, dan apabila mereka beristighfar/minta ampun Allah akan mengampuninya.”(HR.an-Nasaai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahih mereka berdua)

Haji merupakan ibadah yang sangat kompleks karena seseorang yang menunaikannya dituntut untuk menunaikan tiga aspek ibadah sekaligus yaitu ibadah harta, perkataan, dan perbuatan sebagaimana ibadah haji juga membutuhkan kesabaran, kelembutan, kasih sayang, serta jihad jiwa.

Haji juga memiliki banyak manfaat baik duniawi maupun ukhrawi. Diantara manfaat tersebut adalah:
  1. meluruskan keyakinan/aqidah dan mengesakan Allah dalam peribadatan serta menyatukan barisan kaum muslimin dengan pendidikan keimanan dan pembersihan jiwa.
  2. ibadah haji mengajarkan manusia bahwasanya tidak ada kebahagiaan yang hakiki kecuali dengan mengikuti petunjuk Rasulullah saw dan sunnahnya baik dalam keyakinan, perbuatan, dan akhlak. Rasulullah saw bersabda, “ambillah dariku cara menunaikan ibadah haji kalian.”
  3. haji mengajarkan kepada kita untuk bersikap tengah-tengah dalam segala urusan. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw bersabda kepadaku pada hari Aqabah, “ambillah untukku kerikil, lalu aku memungut kerikil sebesar ujung jari kemudian beliau menggenggamnya dan bersabda, “dengan kerikil seperti inilah hendaknya kalian melempar jamarat.” Kemudian bersabda lagi, “Wahai manusia, jauhilah oleh kalian sikap ekstrim dalam beragama karena sesungguhnya yang telah membinasakan umat-umat sebelum kalian adalah sikap ekstrim (ghuluw) dalam beragama.”

Sikap tengah-tengah merupakan manhaj para nabi dan sahabatnya yang hendaknya diikuti oleh setiap muslim.

haji merupakan mu’tamar internasional bagi kaum muslimin untuk menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian dan memuliakan kehormatan manusia. Allah swt berfirman: (QS. Al-Hajj: 30). Rasulullah saw juga bersabda dalam khutbah beliau ketika haji wada’, “Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian haram sebagaimana keharaman hari kalian ini di negeri kalian ini dan dibulan ini.”

Haji juga memberikan manfaat duniawi yang diperoleh oleh jama’ah haji maupun penduduk kota Mekkah dan sekitarnya seperti ramainya transaksi ekonomi dengan jual beli yang dilakukan oleh para jama’ah yang datang dari seluruh dunia dan berkumpulnya berbagai macam barang dagangan yang berasal dari seluruh negeri sebagaimana meningkatnya pendapatan kaum muslimin yang berkecimpung dalam pelayanan ibadah haji.


www.Islamhouse.com

0 comments:

Post a Comment